Serangga mirip kalajengking dengan bau cuka ini namanya ketonggeng

Serangga Mirip Kalajengking Itu Ternyata Namanya Ketonggeng

Rumah tidak selalu menjadi tempat bermain paling aman bagi anak-anak. Meski lebih mudah diawasi, tetap saja bisa muncul kejadian yang mungkin tidak kita duga.

Salah satu kejadian yang sering mengagetkan para orang tua adalah munculnya serangga yang tampak berbahaya. Hewan-hewan ini biasanya dapat kita bersembunyi di balik lemari atau perabotan kayu lainnya.

Selain semut, kecoa dan lalat adalah serangga yang mudah dijumpai di setiap rumah. Namun bagaimana jika serangga yang muncul memiliki bentuk yang menyeramkan?

Salah satu hewan yang termasuk memiliki tampang ‘sangar’ adalah ketonggeng. Bentuknya bervariasi, yang besar kadang bisa seukuran jempol orang dewasa. Di badannya kita bisa melihat capit yang terlipat ke dalam dan pada ekornya terdapat bagian tubuh yang menyerupai antena.

Mendengar nama ketonggeng mungkin kita tidak begitu familiar. Namun jika melihat bentuk hewannya, kita mungkin akan sadar karena hewan ini memiliki bentuk yang sangat mirip dengan kalajengking.

Serangga Mirip Kalajengking Itu Ternyata Namanya Ketonggeng
Serangga Mirip Kalajengking Itu Ternyata Namanya Ketonggeng

Dibanding kalajengking, ukuran tubuh ketonggeng relatif kecil. Panjangnya tidak sampai 10cm dan berwarna hitam/kecoklatan. Ada empat pasang kaki di mana dua kaki terdepannya berukuran jauh lebih panjang dan posisinya menjulur ke depan. Meski memiliki capit, ekornya tidak menjulang ke atas seperti kalajengking namun lurus dan nampak seperti jarum/cambuk.

Karena bentuknya yang menyerupai kalajengking inilah hewan ini juga memiliki nama lain, Kalajengking Cambuk. Tidak hanya itu, serangga ini juga memiliki nama lain yaitu vinegaroons mengambil nama ‘vinegar’ yang dalam bahasa Inggris berarti cuka.

Penamaan dari kata cuka tersebut bukan tanpa alasan karena ketika merasa terancam, hewan ini akan mengeluarkan zat kimia dengan bau beraroma cuka yang cukup menyengat.

Terus, bahaya nggak sih untuk anak?

Tidak seperti kalajengking, ekor hewan ini ternyata tidak berbahaya. Ekornya yang panjang dan ramping ternyata adalah struktur sensorik yang memungkinkan hewan ini untuk mendeteksi getaran atau bau.

Namun meski tidak memiliki bisa seperi kalajengking, capitan hewan ini bisa cukup ‘pedas’ juga. Selain itu, cairan beraroma cuka yang terkena kulit rasanya bisa cukup panas seperti melepuh. Jadi tetap berhati-hati dan jauhkan dari jangkauan anak yah!

Blogger yang punya terlalu banyak minat dan selalu nagih dengan bacaan menarik di internet. Mencoba naik pangkat dari silent reader dan ingin tahu rasanya jadi penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *