5 Penyebab MCB Panas dan Terbakar

  • Rumah
penyebab mcb panas dan terbakar serta cara mengatasinya

MCB (miniature circuit breaker) adalah alat listrik yang berfungsi sebagai pengaman dan pemutus arus apabila terjadi kelebihan beban atau saat terjadi hubung singkat. Benda ini bisa dengan mudah ditemukan pada meteran listrik atau panel pembagi daya listrik di dalam rumah.

Sama seperti alat listrik pada umumnya, panas menjadi salah satu hal yang lumrah terjadi pada sebuah MCB. Namun jika MCB panas, apalagi sampai menyala merah dan terbakar, berarti ada hal yang salah pada salah satu instalasi listrik di rumah.

Nah, untuk mengatasi sekring listrik panas, kita harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Jika masih bingung cara mengetahuinya, berikut adalah beberapa penyebab umum MCB panas.

1. Puncak Penggunaan Listrik

Jika MCB kadang panas, kadang biasa saja, ada kemungkinan hal tersebut terjadi saat MCB mengalami beban puncak.

Hal ini bisa terjadi jika daya yang dilalui MCB lebih besar pada jam-jam tertentu saja. Sebagai contoh, saat di pagi hari ketika mesin cuci dan mesin air menyala, atau saat di malam hari saja saat semua lampu rumah dinyalakan.

2. Batas Ampere yang Melebihi Kemampuan MCB

Setiap MCB memiliki batasan penggunaannya masing-masing. Jika digunakan melebihi beban yang bisa ditanggungnya, maka MCB bisa turun/trip dari posisi ON ke OFF dan membuat listrik rumah padam.

Jika penggunaan listrik di rumah hampir mendekati nilai yang ditolerir oleh circuit breaker yang terpasang, maka MCB akan terasa panas karena harus bekerja ekstra keras.

Karena itu, pastikan sudah menghitung kebutuhan daya yang diperlukan sebelum membeli dan memasang MCB.

3. Kualitas MCB yang Kurang Bagus

Selain menghitung kebutuhan daya, kualitas MCB juga harus menjadi perhatian utama saat memilih MCB untuk listrik rumah.

Pada MCB yang terlampau murah, bahan yang digunakan juga berkualitas rendah sehingga kualitasnya kadang tidak mendekati nilai ideal MCB tersebut.

gunakan mcb terbaik untuk mengatasi mengatasi sekring listrik panas dan mudah turun

Karena itulah, pastikan kamu memilih MCB terbaik untuk menjaga keselamatan dan berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Kabel MCB yang Longgar

Jika ketiga hal sebelumnya tidak menjadi masalah, ada kemungkinan MCB panas terjadi karena pemasangan kabel MCB yang longgar.

Pada kabel yang tidak terpasang dengan sempurna, maka hambatan listrik akan meningkat dan hal ini bisa menyebabkan panas pada kabel dan sambungan yang dipakai.

Untuk itu pastikan sambungan kabel pada MCB terpasang dengan kencang. Selain itu pastikan juga MCB dalam posisi yang kokoh agar posisi kabel tidak mudah bergeser. Dan jika kamu memperbaikinya sendiri, jangan lupa gunakan sepatu dan sarung tangan karet serta alat pengaman lainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Korsleting

Korsleting adalah terputusnya arus listrik karena kawat yang bermuatan arus positif dan negatif bersentuhan sehingga terjadi hubungan pendek.

Hal ini bisa terjadi karena banyak hal seperti sambungan kabel yang kurang baik, penggunaan kabel yang tidak sesuai dengan bebannya, atau adanya kabel yang terkelupas.

Saat terjadi konslet, MCB biasanya akan turun karena lonjakan arus yang melebihi batas toleransinya. Namun jika lonjakan arus terlalu besar, maka MCB bisa saja menjadi lebih panas atau malah terbakar.

Jika terjadi konsleting, hal lain yang bisa dengan mudah diketahui adalah sekring MCB tidak bisa ON. Saat akan dinaikkan, maka saklar pada MCB akan turun dengan cepat.

Untuk mengatasinya, maka kamu harus mencari sumber konsleting terlebih dahulu dan memutuskan aliran listriknya. Jika sudah, barulah MCB bisa dinyalakan kembali ke posisi semula.


Itu dia beberapa penyebab MCB listrik panas dan terbakar. Saat hal ini terjadi, kamu bisa memeriksa sambungan kabel terlebih dahulu. Setelah itu kamu bisa memastikan jika MCB yang digunakan sudah sesuai dengan daya yang dibutuhkan. Jika MCB masih sering turun, coba cek instalasi listrik untuk mencari kemungkinan korsleting.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *