Pengalaman beli template dan tema premium blog

Pengalaman Beli Template/Tema Blog Premium, Sepadan Gak Sih Sama Harganya?

Pembaca yang sering mondar-mandir ngecek blogrumahan mungkin bakalan ngeh nih! Dibandingkan minggu kemarin, tampilannya sekarang sedikit berbeda.

Sebenarnya tidak terlalu drastis juga sih bedanya, berhubung saya suka tampilan yang minimalis ya kelihatannya begitu-begitu saja.

Anyway, buat kamu yang baca judul di atas jangan salah kaprah dulu yah! Blog ini masih pakai tema gratisan kok, kekeke. Tema premiumnya justru saya pasang di blog saya yang lain.

Hmm, kira-kira gimana yah rasanya pake tema berbayar? Sepadan gak sih sama harganya? Lanjut terus bacanya yah!

Tema/Template Gratis dan Semua Kekurangannya

Sama seperti kebanyakan blogger lain, saya mulai ngeblog pakai tema gratisan. Lha wong ada yang gratis kenapa harus pakai yang bayar?

Lagian saya dulu mulai ngeblog karena iseng, jadi kalau harus mengeluarkan uang tambahan untuk beli tema premium kayaknya belum perlu. Belum lagi dulu saya langsung ngeblog pakai WordPress, sayang rasanya harus keluar uang lagi setelah bayar hosting tahunan.

Tema WordPress sendiri memang lumayan mahal harganya. Untuk tema yang populer, kita harus merogoh kocek antara $50-$70, lebih mahal dibanding biaya paket shared hosting lokal yang saya pakai sekarang. Untuk opsi yang lebih murah ada juga yang harganya $20-$30.

Dan harga ini adalah harga per tahun lho! Jadi kalau mau tetap bisa update ke versi terbaru, kita harus bayar lagi tahun depan. #duh

Walhasil, tiga tahun ini ngeblog, saya selalu pakai tema gratisan.

Saya masih ingat tema pertama yang saya pakai, Vantage dari Site Origin. Dan setelah puluhan kali mencoba tema lainnya, akhirnya saya fix pakai WP Astra lebih dari setahun belakangan ini. Dan untuk blog ini, terakhir saya pakai tema WP Ocean.

Sebenarnya kalau cuma sekedar pakai, tidak ada salahnya pakai tema gratis. Tampilan beberapa tema gratis tidak kalah bagus dengan tema premium. Cuma kalau sedikit ‘rewel’ seperti saya, tema wordpress yang gratis jelas banyak kurangnya, terutama masalah kustomisasi yang sangat terbatas.

Kalau kita mau memasang tema Wordpres, menurut saya hal yang paling sulit adalah memilihnya. Kalau lihat di repositori WordPress, jumlahnya lumayan banyak. Memilih satu tampilan yang cocok dengan blog kita rasanya bukan hal yang mudah.

Inilah salah satu sebab kenapa saya dulu sering gonta-ganti tema!

Kadang ada tema yang punya fitur keren, tapi tampilan headernya saya tidak suka. Ada yang tampilannya saya suka tapi ternyata tidak ada sidebar-nya. Ada yang semuanya oke tapi huruf dan warnanya tidak bisa diubah.

Duh, memang sulit kalau banyak maunya!

Tapi dari sini saya justru jadi belajar banyak, terutama HTML, CSS, dan sedikit PHP. Jadi meskipun pakai tema gratisan, saya masih bisa melakukan kustomisasi di luar menu kustom bawaan tema tersebut.

Daftar Tema/Template Premium yang Sudah Terbeli Sejauh Ini

Pengalaman beli template dan tema premium blog
Pengalaman beli template dan tema premium blog (image: https://unsplash.com/photos/Ylk5n_nd9dA)

Sampai saat ini saya sudah membeli 4 tema premium. Dua untuk blog WordPress, dan dua lagi untuk blog Blogger. Alhamdulillah semuanya cukup memuaskan.

1. Patungan Beli Tema Premium WOW Themes

Saya sudah bahas sebelumnya kalau tema WordPress yang populer itu harganya bisa lumayan mahal. Tapi kalau bayarnya patungan bisa lebih murah kan!

Skema patungan beli tema WordPress premium ini saya temukan di grup WordPress yang saya ikuti. Dan praktik ini ternyata sudah lumayan sering ada.

Awalnya saya tidak terlalu tertarik karena saya masih belum butuh-butuh amat. Sampai akhirnya ada yang ngajakin patungan beli tema dari WOW Themes. Setelah browsing-broswsing situsnya, saya kepincut sama tema Mediumish-nya. Sebagai penggemar tampilan yang minimalis, saya memang penggemar berat tampilan situs Medium.com. Nah, mumpung ada yang mirip-mirip, saya jelas tertarik dong!

Sebagai informasi, tema premium WordPress biasanya punya beberapa skenario harga. Kalau mau beli perorangan, ada paket Personal di mana kita bisa beli satu tema untuk satu website saja. Tapi selain paket itu, ada juga paket Developer/Bisnis di mana kita bisa beli borongan semua tema yang ditawarkan si empunya tema, dan bisa dipakai di banyak website.

Terus biar kita bisa selalu update, kita bisa beli paket yang dibayar sekali (one-time fee) dibanding yang bayar tahunan. Harganya memang jadi sangat mahal sekali, tapi kalau bayarnya rame-rame, satu orang cukup patungan Rp100rb-Rp150rb saja!

2. Beli Template Blogger Kerennya Mas Sugeng

Buat yang sudah lama pakai Blogger mungkin tidak asing sama template-nya Mas Sugeng. Boleh dibilang, template karya beliau, EvoMagz dan VioMagz, adalah salah satu template blogger terbaik dan terpopuler di Indonesia.

Saya sendiri sebenarnya sudah beberapa kali lirik-lirik template Blogger keren yang satu ini. Kebetulan template ini mudah dikenali dan saya lihat dipakai oleh cukup banyak bloger.

Iseng-iseng saya pernah coba pakai versi bajakan VioMagz, dan setelah dipakai ternyata memang luar biasa templatenya. Tidak hanya bikin blog saya makin enak dilihat, menu kustomisasinya pun lengkap. Dan yang lumayan penting, skor GTMetrix saya melesat tajam alias makin cepat loadingnya. Akhirnya sebagai bentuk apresiasi, saya pun membeli template Blogger tersebut.

3. Coba Template Minimalis MahaTemplates

Salah satu alasan kenapa saya dulu memilih WordPress dibanding Blogger adalah karena tampilannya yang (menurut saya) lebih menarik. Tapi belakangan saya melihat cukup banyak pengguna Blogger yang tampilan blognya keren-keren.

Salah satu tampilan template Blogger yang menarik perhatian saya adalah StayMagz dari MahaTemplates. Minimalis, modern, bersih, dan punya banyak menu kustomisasi.

Menariknya, template ini ternyata buatan Indonesia, karya mas Irfan Syahputra. Selain itu harganya juga sangat terjangkau, $7.00 saja!

4. Beli Tema WordPress di Themeforest

Tema terakhir yang saya beli adalah GutenType buatan Ancora Themes. Tema ini bisa kamu dapat di Themeforest, salah satu penyedia tema WordPress premium terbesar dan terpopuler di dunia.

Berhubung blog utama saya sudah bisa menghasilkan cukup banyak uang, rasanya pantas untuk memberi blog tersebut tema yang lebih baik dari yang saya punya sekarang. Selain ingin bisa tampil lebih profesional, saya juga ingin ‘ganti suasana’ berhubung tema terakhir sudah satu tahun lebih saya pakai.

Seperti biasa, saya suka dengan tampilan tema yang bersih dan minimalis, karena itulah saya memilih GutenType. Dan kebetulan waktu saya beli harganya memang sedang promo 50%, jadi saya hanya membayar setengah harganya saja (yang tetap saja mahal! kekeke).

Sayangnya karena satu dan lain hal, saya masih belum memakai tema baru ini di blog utama saya. Pengennya sih dilimpahkan ke blogrumahan ini, tapi sayang saya masih malas ngeblog dan jarang mengurus blog yang satu ini. Mungkin kapan-kapan kalau saya sudah rutin update.

Sepadan kah sama harganya?

Dengan pembelian $30-$70 per tema WordPress atau $7-$15 untuk template Blogger buatan lokal, pasti ada pertanyaan penting dong!

“Sebanding gak sih beli tema premium sama harganya?”

Hmm, kalau ini sih jawabannya relatif. Tapi selama saya memakai tema/template premium sejauh ini, kelebihan tema premium yang saya rasa bisa jadi pertimbangan antara lain:

  1. Menu kustomisasi yang lengkap. Jadi mau buat situs kayak apa saja jadi lebih mudah. Khusus untuk tema WordPress, satu tema bahkan bisa sangat powerful dan enak dipakai untuk membuat berbagai jenis blog entah itu blog teknologi, otomotif, lifestyle, cryptocurrency, dsb. Prosesnya juga mudah karena kita cukup mengimport tampilan tema yang sudah jadi saja!
  2. Layanan support yang memuaskan, jadi jika kamu kesulitan dalam menggunakan tema atau template bisa kebantu banget.
  3. Struktur kode yang bagus dan bisa bikin blog jauh lebih cepat. Ini saya alami pas ganti template dari Typography-nya ThemeXpose ke VioMagz. Hanya dengan ganti template, skor GTMetrix saya naik dari 78% ► 94%. #mantap
  4. Lebih SEO-friendly. Selain cepat, tema premium sudah menyediakan slot buat masukin meta data blog, open graph, dan opsi lain yang bikin blog kita lebih ramah SEO.
  5. Tidak ada link kredit ke developer tema, cocok buat kamu yang mau tampil lebih profesional.

Nah, dengan semua kelebihan tersebut, kamu berani bayar berapa?

Kalau saya pengguna Blogger, beli template premium seharga $7-$15 sih sebanding banget!

Selain harganya yang relatif lebih murah dibanding tema WordPress, template Blogger premium umumnya one-time puchase, yang artinya kita hanya beli satu kali saja dan akan terus dapat update dari developernya. Tidak cuma itu, kadang template premium ini juga bisa kita pakai di banyak website. Jadi kalau kamu mengurus banyak blog, harga segitu jadi tidak terlalu terasa.

Kalau saya pengguna WordPress, beli template premium seharga $30-$70 sih kayaknya sih masih bisa ditunda.

Alasan pertama jelas karena harganya. Pengguna WordPress kan pengeluarannya bukan hanya tema saja, Jadi dibanding beli tema premium, saya lebih suka mengalokasikan dananya buat kepentingan berikut ini.

  • Perpanjang hosting di tahun-tahun selanjutnya
  • Beli konten SEO biar makin banyak trafiknya
  • Beli backlink berkualitas supaya makin mantap DA/PA blognya

Lagipula ada banyak tema gratis yang lumayan bagus, yang penting kita jeli. Satu tips untuk blogger pemula, pakai tema gratisan juga bisa jadi ajang belajar koding juga. Bisa HTML dan CSS tuh enak banget lho buat utak-atik tampilan blog sendiri!

Tapi kalau kamu sudah bisa menghasilkan uang dari blog dan mau tampil lebih keren, beli tema premium rasanya sebanding banget!


Gimana, ada rencana beli tema/template premium juga? Atau malah sudah pakai? Share dong tema/template yang kamu mau, atau sedang pakai sekarang di kolom komentar!

Blogger yang punya terlalu banyak minat dan selalu nagih dengan bacaan menarik di internet. Mencoba naik pangkat dari silent reader dan ingin tahu rasanya jadi penulis.

26 Comments

    • Tuan Rumah

      Coba di-googling saja mas, cari “jasa konten SEO”, banyak kok mas. Di beberapa grup blogger juga ada yang nawarin, cuma harus pilih-pilih aja.

  • Pojok Seni

    Betul, dan sangat terasa kelebihan dan dampak positifnya pada blog. Kami membeli sekitar 3 template premium yang total digunakan untuk 6 blog. Semuanya memberi dampak yang baik.

    Salam.

    • Tuan Rumah

      Waw, mantap mas. Saya biasanya beli yang untuk single site saja. Tapi kalau dipikir-pikir enak juga yah punya template premium yang bisa dipakai buat banyak site sekaligus.

  • Faiz Blog

    setuju sih. Sampe saat ini juga ane sebenernya masih mempertimbangkan untuk membeli template premium. Mungkin, agan tuan rumah sudah ahli pake wordpress untuk ngelola blog. Namun kalau kaya ane, baru sebatas blogger aja 🙁
    mungkin, next time nya mau coba wordpress juga biar lebih mahir hehe
    tapi, suwun loh mas atas sharingnya. Jadi gak ragu juga buat beli template / theme yang premium 🙂

    • Tuan Rumah

      Pelan-pelan saja mas, kalau cobain yang gratisan enak jadi bisa belajar ngulik tema blog 🙂
      Tapi dari pengalaman saya, sepadan sih beli template premium, apalagi kalau mau bikin tampilan blog yang gak ribet.

  • Eko DIkul

    Memang bener sih, baik template blogger dan wordpress sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Bahkan dari harga juga dari kustomisasi. Kalo di pikir-pikir memang worth it kalau belu yang premium apalagi untuk wordpress.

    Tapi sayangnya saya pribadi suka yang gratis dengan polesan sedikit biar makin cakep, walau memang gak sebagus yang premium.

    Tapi lumayan buat belajar juga biar lebih hemat biaya dari pada beli yang premium yang hanya untuk 1 website atau 1 situs aja. Itu sih kalo saya,

    • Tuan Rumah

      Iyes, kalau cuma buat web personal kayaknya yang gratisan memang dah lebih dari cukup. Kalau ada yang pengen dipoles juga bisa diutak-atik sendiri, itung-itung belajar HTML sama CSS 🙂

  • Ristra Russilahiba

    Pas banget nih, saya lagi kepikiran buat beli template Blogger. Sejauh ini selalu mikir “halah, di Internet juga banyak tutorial desain blog, coba dulu aja utak-atik sendiri”, tapi makin dicoba yang ada justru kepala makin pusing! Mungkin begini ya karmanya jadi orang yang (sok) mandiri? Hehehe 👉 👈
    Kalau menurut saya sih, kayanya bakal lebih enak beli template daripada desain sendiri ya, Kak? Nggak perlu kustomisasi sendiri, malah beberapa situs template premium yang udah saya survei bahkan juga menerima jasa pemasangan + troubleshoot. Buat yang agak gaptek (macem saya contohnya, hihihi) ini sih bener-bener layanan yang luar biasa, ya.
    Tapi ya gitu deh … karena harganya termasuk agak “mahal” buat saya, mungkin keperluan install template premium harus ditunda dulu sampai beberapa waktu mendatang 😆 Untuk sementara ini, kayanya masih harus bertahan dengan layout hasil “racikan” sendiri 🙈

    • Tuan Rumah

      Enaknya beli template premium, menu kustomisasinya lebih banyak. Kalau pakai yang gratisan kudu bisa utak-atik sendiri. Tapi seru sih, jadi bisa belajar macem-macem mulai dari HTML, CSS, JS, sampai PHP (buat yang pakai WP). Hmm, jangan-jangan mba Rista dah jago utak-atik template nih, ajarin dong 🙂

  • Reyne Raea

    Wao jauh ya perbedaan harganya hahaha.
    Saya dari dulu mau beli template tapi selalu maju mundur mulu.
    Jadilah pakai yang default aja.

    Tapi kalau saya memang lebih prefer yang premium bukan lokal sih, soalnya yang lokal, masha Allaaahh, udah banyak banget.
    Sampai banyak kembarannya hahahaha

    Oh ya btw, sering banget nih saya komen di sini jadinya eror, kenapa ya?

    • Tuan Rumah

      Pakai default juga gak masalah, saya kemarin pakai tema gratis tiga tahun alhamdulillah nyaman-nayaman aja sebenarnya. Cuma penasaran sama tema premium aja makanya beli.

      Btw tema premium lokal yang di atas memang dah banyak bgt yang pakai, ke mana-mana pasti sering banget nemu, entah itu bajakan atau memang beli sendiri.

      Kalau maslah komen saya juga baru sadar kalau ternyata error. Kemarin juga ada yang laporan begitu, makanya saya juga baru tau, jangan-jangan dah lama yah? tapi selama ini komen bisa masuk sih cuma memang pas disubmit kelihatan error. Nanti coba konsultasi dulu sama hostingnya, mudah-mudahan bisa teratasi segera.

    • Tuan Rumah

      Iyes bang, yang gratisan juga lumayan banyak yang bagus. Ini juga penasaran aja pengen tahu bedanya. Ternyata kalau cuma buat pakai di blog pribadi sih mending yang biasa aja ternyata 🙂

  • Hanila PendarBintang

    Aku pernah beli buat website perusahaan, sih.
    Karena malas mikir dan hemat waktu (kami setiap tahun selalu ganti concept) akhirnya milih yang ready tinggal otak-atik dikit.
    Itu pkus-nya cepet dan bisa milih plus dapat beberapa yang premium.
    tapi, minusnya setiap saat ada upgrade kita suruh beli juga upgrade-nya dan pernah beberapa feature hilang kalau kita ga upgrade.

    • Tuan Rumah

      Wah iya, kebanyakan tema bayar tahunan, jadi kalau gak diperpanjang gak dapat update lagi. Kalau fitur yang hilang saya belum ngerasain, belum satu tahun pakai tema premium soalnya :p

  • Bang Day

    Salah satu kelebihan versi premiun adalah supporting dari penyedianya. Ada masalah kita bisa minta bantuan.

    Saya jg menggunakan versi premium pada blog utama. Sebelum beli saya coba2 dulu versi gratisannya pada blog lain

    • Tuan Rumah

      Iyes, yang gratis dan bagus lumayan banyak, kayak tema yang pake sekarang nih 🙂
      Itu kebetulan aja mas bro ada rejeki buat beli template. Sekali-kali pengen nyicipin tema premium yang bukan bajakan, xixixi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *