menghitung keuntungan spbu per bulan
Keuangan

Berapa Sih Keuntungan SPBU per Bulan?

Dibandingkan bisnis lain, membuat Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) alias pom bensin memang bukan bisnis yang bisa dijalankan siapa saja. Wajar karena modal yang dibutuhkan memang tidak sedikit.

Namun dibalik itu, profit yang bisa didapat juga sangat besar. Jika dihitung-hitung, keuntungan SPBU per bulan bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulannya.

Keuntungan SPBU per Bulan

Mengutip dari berbagai sumber, keuntungan dari setiap liter bahan bakar di SPBU terlihat sangat kecil.

Berdasarkan data tahun 2017, untuk BBM bersubsidi, margin keuntungan yang bisa diambil sebesar Rp280 per liter. Sedangkan untuk BBM no-subsisdi, marginnya berkisar antara Rp375 hingga Rp420 per liternya. Namun dengan penjualan antara 15-17 ribu liter per harinya, profit yang didapat setiap bulannya menjadi sangat besar sekali.

Sebagai contoh hitung-hitungan, jika penjualan BBM subsidi dan non-subsidi seimbang. Maka untuk setiap penjualan 15 ribu liter, satu SPBU bisa mengantongi untung 7.500 liiter dikalikan Rp280 ditambah 7.500 liter dikalikan Rp375. Hasilnya, margin kotor yang bisa didapat per harinya adalah Rp 4.912.500. Jika dikalikan 30 hari, maka keuntungan SPBU per bulan minimal Rp 147.375.000.

Margin keuntungan di atas sendiri bukanlah nilai tetap pada setiap SPBU. Tergantung golongan SPBU serta prestasi SPBU-nya, margin keuntungan yang didapat bisa lebih besar lagi. Sebagai contoh, SPBU yang masuk kategori “Pasti Pas” akan memiliki keuntungan yang lebih besar dibanding SPBU biasa.

Selain itu pendapatan SPBU tidak hanya berasal dari penjualan BBM saja, tapi juga dari penjualan produk hingga pemanfaatan lahan sisa untuk usaha. Dan jika ingin profit lebih besar, SPBU bisa mengatur strategi untuk menjual lebih banyak BBM non-subsidi kepada konsumen.

Berapa Biaya Franchise Pertamina?

Menjadi Mitra SPBU Pertamina membutuhkan banyak modal. Pertama, ada minimum depostito sebesar Rp3 miliar untuk mendirikan SPBU. Selain itu ada biaya operasional yang mencakup pembelian/sewa lahan minimal 1.500 meter persegi, pembangunan sarana SPBU, dan pembuatan dispenser BBM/BBK.

Tidak hanya itu, ada banyak dokumen yang harus disiapkan sebelum mendirikan SPBU. Selain Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pemohon juga harus menyiapkan Izin Gangguan (UUG/HO), Analisis Mengenai dampak Lingkungan (AMDAL), Izin Membangun Prasarana (IMP), serta Izin Peil Lantai Bangunan (PLB).

Jika ditotal-total, biaya pembuatan SPBU standar berkisar antara 8-10 miliar. Namun jika berukuran lebih besar, biayanya bahkan bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

Meski begitu kini ada inovasi baru dari Pertamina bernama Pertashop. Pertashop sendiri adalah SPBU mini yang bisa dibuat di lahan yang lebih kecil. Modalnya pun lebih kecil, mulai dari Rp300 juta untuk kategori Gold, hingga Rp700 juta untuk kategori Diamond.

Blogger yang punya terlalu banyak minat dan selalu nagih dengan bacaan menarik di internet. Mencoba naik pangkat dari silent reader dan ingin tahu rasanya jadi penulis.

2 Comments

  • bang Day

    Judulnya udah mewakili pikiran saya selama ini 🙂

    Yang jelas modal besar ya klo mau berbisnis spbu. Klo liat hitung2an asumsi untung di atas, tentunya lokasi spbu juga akan sangat menentukan ya

    • Tuan Rumah

      Jadi inget dulu di grup almamater ada yang nawarin SPBU di tengah-tengah jakarta. Harganya memang wow sampai 32M, tapi untung per bulannya juga gede banget, dua kali lipat yang saya tulis di atas. ROI-nya sih lumayan lama, bisa 10-12 tahun, tapi kalau dah balik modal mang mantep banget bang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *