efek negatif gula pada kesehatan tubuh

Ini Dampak Negatif Gula Bagi Tubuh, Bisa Bikin Cepat Tua Juga Lho!

Masalah Susu Kental Manis (SKM) masih jadi perbincangan hangat di minggu ini. Setelah adanya peraturan baru dari BPOM mengenai iklan yang boleh ditampilkan SKM, ada juga permintaan agar kata ‘susu’ pada produk tersebut dihapus saja.

Hal ini terjadi karena kadar gula pada SKM ternyata cukup tinggi. Tidak tanggung-tanggung, dalam 100gr susu kental kental manis terdapat 54 gram gula!

Meski tidak dilarang untuk dikonsumsi, sangat dianjurkan untuk tidak memberikan susu kental manis pada anak di bawah umur. Orang dewasa pun ada baiknya mengkonsumsi minuman kental ini dalam dosis yang tidak terlalu besar.

Untuk kamu atau kerabat lain yang masih belum bisa move on dari SKM, ada baiknya tahu nih kalau mengkonsumsi gula dalam jumlah banyak punya banyak dampak negatif. Kira-kira apa saja yah!

Efek Negatif Gula Bagi Kesehatan

1. Membuat gigi berlubang

Sudah bukan rahasia lagi kalau mengkonsumsi makanan manis yang tinggi kadar gulanya bisa membuat gigi rusak dan berlubang. Proses kerusakan gigi akibat gula ini bahkan bisa lebih cepat bila kita tidak rajin menjaga kebersihan gigi.

Kerusakan pada gigi disebabkan akibat ulah bakteri yang memakan rangkaian gula yang tersisa di mulut. Aktivitas yang dilakukan bakteri ini akan menghasilkan asam yang lambat laun dapat mengikis dan menghancurkan lapisan enamel pada gigi.

2. Bikin cepat gemuk

Salah satu alasan kenapa tingkat obesitas meningkat di seluruh dunia adalah karena tingginya konsumsi gula, termasuk gula dari makanan manis atau minuman kalengan.

Minuman manis seperti soda, jus, teh, hingga Susu Kental Manis banyak mengandung fruktosa, sejenis gula sederhana.

Mengkonsumsi fruktosa akan meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk makan lebih banyak dibanding glukosa. Glukosa sendiri adalah jenis gula utama yang umumnya ditemui dalam makanan berbahan dasar tepung.

Selain itu, konsumsi fruktosa dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan resistensi terhadap leptin, hormon penting yang mengatur rasa lapar dan memberitahu tubuh kita untuk berhenti makan. Hal inilah yang membuat orang yang sering minum minuman manis bisa cepat bertambah berat badannya.

3. Bikin cepat tua

Keriput adalah salah satu tanda penuaan yang akan muncul secara alami seiring bertambahnya usia kita. Meski begitu, proses penuaan kulit berbeda-beda untuk setiap orang, dan pilihan makanan yang tidak sehat dapat memperburuk kerutan pada kulit dan mempercepat prosesnya.

Advanced glycation endproducts (AGEs) adalah senyawa yang dibentuk oleh reaksi antara gula dan protein dalam tubuh. Setelah diteliti, reaksi ini ternyata memainkan peran kunci dalam proses penuaan kulit.

Hal ini dapat terjadi karena AGEs merusak kolagen dan elastin. Keduanya adalah protein yang membantu meregangkan kulit dan menjaga penampilan agar tetap nampak muda.

Mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan karbohidrat dan gula yang tinggi dapat meningkatkan produksi AGEs. Hal inilah yang dapat menyebabkan kulit Anda menua sebelum waktunya.

4. Meningkatkan resiko penyakit jantung

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, dan konsumsi gula dalam jumlah yang tinggi secara tidak langsung akan memperbesar resiko kita untuk terkena masalah jantung.

Sebuah penelitian di lebih dari 30.000 orang menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 17-21% kalori dari gula tambahan memiliki risiko 38% lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi 8% kalori dari gula tambahan. (sumber)

Bukti menunjukkan bahwa mengkonsumsi gula secara berlebih dapat menyebabkan obesitas, peradangan. Selain itu, hal ini juga akan meningkatkan kadar trigliserida, gula darah dan tekanan darah. Semua faktor tersebut akan memperbesar risiko kita terkena penyakit jantung.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi gula, terutama dari minuman manis, sering dikaitkan dengan aterosklerosis, sebuah penyakit yang ditandai oleh lemak yang bisa menyumbat arteri.

6. Resiko gagal hati

Asupan fruktosa yang tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan risiko perlemakan hati (fatty liver).

Tidak seperti glukosa dan jenis gula lainnya yang diambil oleh banyak sel di seluruh tubuh, fruktosa hanya bisa diolah oleh hati. Di hati, fruktosa diubah menjadi energi atau disimpan sebagai glikogen.

Namun sayangnya, hati tidak bisa menyimpan glikogen dalam jumlah banyak. Kelebihan glikogen inilah yang nantinya akan diubah menjadi lemak.

6. Meningkatkan resiko penyakit diabetes

Diabetes adalah salah satu penyakit yang terus meningkat jumlah penderitanya dalam 30 tahun terakhir. Meski ada banyak penyebabnya, obesitas yang diakibatkan oleh tingkat konsumsi gula yang tinggi dianggap sebagai faktor kuat munculnya penyakit diabetes.

Konsumsi gula tinggi dalam jangka waktu lama dapat mendorong resistensi terhadap insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas yang mengatur kadar gula darah.

Insulin sendiri merupakan hormon yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan. Ketika kadar insulin terus-menerus tinggi, sensitivitas tubuh terhadap hormon ini akan berkurang. dan glukosa menumpuk di dalam darah.

Resistensi insulin ini akan membuat glukosa menumpuk dalam darah dan menyebabkan kadar gula darah meningkat dan sangat meningkatkan risiko diabetes.

7. Mempercepat penuaan sel

Telomere adalah struktur yang terletak di ujung kromosom. Selain menyimpan sebagian atau semua informasi genetik tubuh kita, molekul ini juga berfungsi sebagai pelindung agar tingkat regenerasi kromosom tetap baik.

Namun seiring bertambahnya usia, telomere akan secara alami memendek, yang menyebabkan sel-sel bertambah tua dan mudah rusak.

Meskipun hal ini adalah sesuatu yang wajar dalam proses penuaan, pilihan gaya hidup yang tidak sehat dapat mempercepat proses tersebut, salah satunya adalah konsumsi gula dalam jumlah besar.

8. Bikin cepat lelah

Makanan kaya gula dapat meningkatkan kadar gula darah dan kadar insulin yang mampu menambah energi dengan cepat.

Namun sayang, peningkatan energi ini juga cepat berlalu!

Gula dapat menghasilkan energi dengan jauh lebih cepat dibanding zat lain seperti protein, lemak, atau serat. Namun bila suatu makanan hanya tinggi akan gula namun rendah akan zat lainnya, maka energi tersebut juga akan cepat habis sehingga badan akan terasa lelah lebih cepat.

Untuk menghindari hal ini, pilih sumber karbohidrat yang rendah gula dan kaya serat. Pilihan lainnya adalah dengan memakan makanan yang memiliki kompoisisi karbohidrat dan protein atau lemak.


Nah, sudah tahu kan dampak negatif gula untuk tubuhmu? Makanya sebisa mungkin kurangi konsumsi gula harian kamu. Meski rasanya sangat menggoda, terlalu banyak mengkonsumi makanan manis tidak baik untuk kesehatan badan!

Kalau kamu belum bisa berpaling dari gula, kamu bisa mencobanya pelan-pelan, seperti mencari substitusi makanan manis yang lebih sehat. Sebagai contoh, kamu bisa mengkonsumsi susu rendah lemak terbaik untuk mengganti susu yang biasa kamu minum.

Blogger yang punya terlalu banyak minat dan selalu nagih dengan bacaan menarik di internet. Mencoba naik pangkat dari silent reader dan ingin tahu rasanya jadi penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *