cara menghemat listrik rumah

Cara Menghemat Listrik agar Tagihan Tidak Membengkak

Bagi banyak orang, tagihan listrik mungkin jadi salah satu beban bulanan yang bikin pusing. Apalagi kalau di rumah terdapat banyak barang elektronik yang butuh daya besar seperti kulkas atau AC, duh makin bengkak saja tagihannya!

Nah, daripada using mikirin tagihan listrik, coba cara menghemat listrik ini aja yuk biar konsumsi listrik kamu menurun!

Tips Menghemat Listrik dengan Mudah

1. Manfaatkan Listrik Prabayar

Tips pertama untuk menghemat listrik adalah dengan beralih ke sistem listrik prabayar. Untuk pemasangan baru sih biasanya sudah otomatis dapat listrik prabayar. Tapi kalau masih pakai meteran lama, kamu harus menghubungi PLN untuk menggantinya.

Beda sama cara lama di mana listrik dibayar bulanan, listrik prabayar harus diisi dulu sebelum bisa dipakai. Melalui sistem seperti ini, kita jadi bisa tahu berapa banyak daya yang kita pakai. Dengan begitu, kita bisa mengontrol pemakaian listrik agar tidak berlebihan.

2. Gunakan AC yang Hemat Listrik

Air Conditioner (AC) rasanya jadi barang elektronik paling penting untuk mengusir hawa panas dari dalam rumah/kamar. Meski bisa pakai kipas, rasanya tidak ada yang mengalahkan efektifnya AC dalam mendinginkan ruangan.

Sayangnya barang elektronik ini termasuk salah satu barang yang boros listrik. Untuk AC 1/2 PK saja bisa menghabiskan daya antara 350-450 Watt. Jadi jangan heran lihat tagihan listrik yang bengkak, apalagi kalau AC dinyalakan hingga berjam-jam.

Nah, jika inginmenghemat listrik sambil tetap memakai AC, kita harus pintar-pintar memilih AC yang sesuai dengan kebutuhan di rumah. Selain memilih jenis AC yang tepat, kia bisa memilih AC dengan daya yang cukup untuk mendinginkan ruangan kita. Dengan begitu listrik yang terpakai tidak akan terbuang sia-sia.

3. Batasi Pemakaian AC

Buat yang sudah biasa hidup dengan AC rasanya bakalan sulit untuk hidup tanpa barang elektronik yang satu ini. Namun jika kita ingin menghemat listrik, membatasi pemakaian AC bisa memberi efek yang lumayan besar.

Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghemat listrik AC rumah antara lain:

  • Menggunakan kipas untuk menggantikan AC atau untuk membantu AC mendinginkan ruangan dengan lebih cepat
  • Memanfaatkan ventilasi udara dengan memperbanyak/memperbesar jendala dan kisi-kisi. Dengan begitu udara panas bisa langsung berganti dengan udara yang lebih sejuk
  • Melakukan penghijauan dengan menanam pohon untuk menghalangi sinar matahari agar tidak langsung menerpa rumah
  • Jika tidak ada lahan untuk pohon, kita bisa mencegah sinar matahari langsung dengan memakai tirai
  • Gunakan timer AC agar otomatis mati di pagi hari

4. Ganti Lampu Pijar dengan Lampu LED

Ganti lampu pijar dengan LED untuk menghemat listrik

Masih pakai bohlam biasa? ganti segera dengan lampu LED!

Pada lampu bohlam biasa, cahaya dihasilkan dengan memanaskan logam tungsten yang ada pada bohlam tersebut, beda dengan LED yang memakai dioda. Meski harga lampu LED jauh lebih mahal dibanding lampu pijar biasa, lampu LED memiliki banyak kelebihan seperti hemat energi, lebih terang, tidak menimbulkan panas, dan lebih awet digunakan.

5. Matikan Alat Elektronik di Malam Hari

Meninggalkan alat elektronik menyala di malam hari adalah salah satu kebiasaan buruk yang membuat listrik boros. Misalnya saja, menghidupkan lampu atau menyalakan TV sepanjang malam meski tidak ada yang menontonnya.

Makanya, kalau mau hemat listrik, cek dulu barang-barang elektronik di dalam rumah. Kalau memang tidak perlu, segera matikan! Tidak hanya hemat energi, hal ini juga bisa membantu menghindarkan rumah dari bahaya kebakaran.

6. Hindari Pemakaian Barang Elektronik yang Tidak Perlu

Jujur saja ada cukup banyak barang elektronik rumahan dengan daya besar yang sebenarnya tidak perlu digunakan. Sebagai contoh, mesin pengering memang bisa membantu mengeringkan pakaian dengan cepat. Namun dengan tingkat konsumsi dayanya yang tinggi, kan lebih baik menjemur pakaian secara manual di luar ruangan, apalagi kalau matahari sedang terik.

Contoh barang elektronik lainnya yang saya rasa tidak perlu adalah dispenser. Coba saja hitung berapa kali kamu memakai alat ini. Kalau cuma sesekali saja, kayaknya sih lebih baik memanaskan dan mendinginkan airnya memakai alat yang sudah ada seperti kompor dan kulkas.

7. Beralih ke Laptop

Gunakan laptop dibanding komputer PC untuk menghemat listrik

Buat yang sehari-harinya lebih sering memakai komputer dibanding laptop, ada baiknya diperbanyak saja penggunaan laptopnya. Memang sih, kalau pakai komputer kita bisa lebih leluasa dalam bekerja, apalagi layarnya yang gede mungkin bikin kita lebih nyaman. Sayangnya dibanding laptop, komputer desktop makan daya yang lebih besar.

Jadi kalau ada laptop nganggur di rumah, ada baiknya sih dipakai saja. Tidak hanya menghemat listrik, laptop juga punya banyak kelebihan lain seperti bisa dibawa kemana-mana dan tidak perlu khawatir data hilang jika mati lampu.

8. Gunakan Air Panas Saat Menanak Nasi

Rice cooker sebenarnya memiliki daya yang lumayan kecil kalau hanya dipakai untuk menghangatkan nasi. Tapi kalau sedang dipakai untuk memasak, daya yang dibutuhkan langsung melonjak drastis karena nasi dan air harus dipanaskan oleh rice cooker tersebut.

Nah, untuk menghemat listrik dan membuat nasi cepat matang, kita bisa menuangkan air panas saat memasak nasi dengan magic jar.

9. Cabut Steker Saat Tidak Digunakan

Langkah terakhir yang bisa kita lakukan untuk mengehemat listrik rumah adalah dengan mencabut steker listrik yang tidak diperlukan. Meski tidak digunakan, listrik akan tetap mengalir ke peralatan elektronik kita.

Jujur saja kalau cara ini mungkin tidak akan menghemat listrik secara drastis. Tapi jika kamu berpikir untuk meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama, kamu bisa mematikan barang elektronik rumah dan mencabut steker listrik terlebih dahulu. Selain menghemat listrik, kamu juga bisa terhindar dari masalah kelistrikan yang bisa membahayakan rumah kamu.

Blogger yang punya terlalu banyak minat dan selalu nagih dengan bacaan menarik di internet. Mencoba naik pangkat dari silent reader dan ingin tahu rasanya jadi penulis.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *